Pendapatan dari Bank Kalteng Ditarget Rp100 Miliar

Suasana Rapat Banmus DPRD Provinsi Kalimantan Tengah bersama Tim Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Foto:Ist 

VOICENUSANTARA.com – Palangka Raya – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalimantan Tengah, Ampera AY Mebas, mengungkapkan target pendapatan daerah dari Bank Kalteng dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 naik signifikan.

Salah satu komponen pendapatan daerah yang dibahas bersama manajemen Bank Kalteng berasal dari kekayaan daerah yang dipisahkan, terutama setoran dividen Bank Kalteng.

“Karena di KUA-PPAS 2027 ada kekayaan yang dipisahkan. Nah, yang dominan adalah Bank Kalteng,” kata Ampera, Minggu (9/8/2026).

Ia menjelaskan, dalam rancangan awal pendapatan dari sektor tersebut diproyeksikan sekitar Rp42 miliar. Namun setelah dilakukan pembahasan lebih mendalam, target pendapatan dinaikkan menjadi Rp100 miliar untuk APBD 2027.

“Setelah kita rapat kemarin, target pendapatan naik dari Rp42 miliar menjadi Rp100 miliar, itu untuk KUA-PPAS 2027,” ujarnya.

Menurut Ampera, peningkatan target tersebut merupakan bentuk optimisme DPRD Kalteng terhadap kontribusi Bank Kalteng dalam meningkatkan pendapatan daerah. Ia berharap pembagian dividen dapat lebih maksimal sehingga keuntungan bank milik daerah tersebut dapat memperkuat pembangunan.

“Kita berharap dividen Bank Kalteng itu bisa dibagi 100 persen,” katanya.

Ampera menyebut, pada tahun-tahun sebelumnya pembagian dividen tidak seluruhnya disetorkan karena sebagian laba ditahan untuk memperkuat modal perusahaan. Ia mencontohkan pola pembagian pada tahun 2021.

“Seperti tahun 2021, itu sekitar di bawah 80 persen yang dibagi. Mungkin sekitar 70 persen dibagi, sedangkan 30 persennya laba ditahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, rapat bersama Bank Kalteng dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih jelas terkait kemampuan perusahaan dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Hasil pembahasan tersebut menjadi bagian dari penyusunan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.

“Rapat bersama Bank Kalteng ini kita lakukan untuk mencari informasi. Tadi sudah dieksekusi, dan target pendapatan untuk APBD 2027 sudah naik, berdasarkan tahun buku 2026,” ungkapnya.

Dengan adanya peningkatan proyeksi pendapatan tersebut, Ampera menyatakan pembahasan sektor pendapatan dalam KUA-PPAS sementara telah memperoleh kejelasan dan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan anggaran daerah tahun berikutnya.

“Jadi pada intinya, KUA-PPAS untuk sektor pendapatan dari Bank Kalteng kita sudah clear,” pungkasnya. (Pem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *