
VOICENUSANTARA.com.Palangka Raya –
Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, menyoroti infrastruktur dan perekonomian sebagai dua persoalan utama yang paling banyak disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses.
Menurutnya, pembangunan daerah memang tidak bisa dilakukan secara instan karena harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan skala prioritas. Namun pemerintah diharapkan tetap fokus pada persoalan mendesak.
“Kami sebagai wakil rakyat berkewajiban menyerap aspirasi masyarakat. Ada beberapa sektor yang kembali menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Sabtu (8/8/2026).
Junaidi menjelaskan, ada lima sektor yang paling banyak diusulkan warga, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perekonomian, serta seni, budaya, dan keagamaan. Dari kelimanya, infrastruktur dan ekonomi paling dominan dikeluhkan.
Ia menyebut kondisi jalan yang belum memadai dan keterbatasan fasilitas publik masih menghambat aktivitas masyarakat. Di sisi lain, perlambatan ekonomi juga berdampak pada kesejahteraan warga di berbagai daerah.
“Kita memahami anggaran terbatas, namun masyarakat berharap pemerintah provinsi tetap dapat memaksimalkan potensi yang ada untuk perbaikan,” ungkap Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalteng itu.
Junaidi juga menyoroti belum pulihnya kondisi ekonomi. Sebagian masyarakat masih sulit mendapat pekerjaan, bahkan sejumlah perusahaan di beberapa wilayah terpaksa menghentikan operasional.
Ia berharap Pemprov Kalteng lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat. “Keinginan masyarakat harus menjadi acuan agar pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tutup Junaidi. (Pem)
Voice Nusantara