Hadapi Musim Kemarau, Anggaran Karhutla Prioritas

Yohanes Freddy Ering

VOICENUSANTARA.com.Palangka Raya –
DPRD Kalimantan Tengah meminta pemerintah daerah menjadikan anggaran penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai prioritas. Hal itu disampaikan menyusul meningkatnya ancaman karhutla di tengah musim kemarau.

Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohanes Freddy Ering, menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan personel maupun peralatan.

“Dukungan anggaran yang memadai harus dipastikan sejak awal agar seluruh kebutuhan operasional di lapangan dapat terpenuhi ketika kondisi darurat terjadi,” katanya, Senin (10/8/2026)

Menurut Freddy, penanganan karhutla bukan hanya soal sumber daya manusia dan sarana prasarana, tetapi juga menyangkut ketersediaan anggaran yang berkaitan langsung dengan kebutuhan di lapangan.

“Penanganan karhutla ini tidak hanya soal personel maupun sarana dan prasarana, tetapi juga soal anggaran. Karena itu perencanaannya harus betul-betul matang agar ketika terjadi keadaan darurat semua kebutuhan sudah tersedia,” ujarnya.

Politisi PDI-P itu menjelaskan, ancaman karhutla di Kalteng bukan lagi persoalan musiman yang bisa dianggap biasa. Pengalaman bertahun-tahun menunjukkan kebakaran hutan dan lahan dapat berkembang sangat cepat apabila tidak segera ditangani sejak awal.

Karena itu, pemerintah harus memiliki kesiapan pendanaan yang memungkinkan seluruh proses penanggulangan dilakukan tanpa hambatan administratif.

Ia menilai keterlambatan penyediaan anggaran berpotensi menghambat mobilisasi personel, pengadaan peralatan pemadaman, distribusi logistik, hingga operasional tim di lapangan. Kondisi tersebut dapat memperbesar risiko meluasnya kebakaran dan meningkatkan dampak bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan, lingkungan, maupun ekonomi.

Freddy juga menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah. Ia menilai penghematan penting dilakukan, namun sektor kebencanaan khususnya penanggulangan karhutla tidak boleh menjadi bagian yang dikurangi.

“Kalaupun pemerintah sedang melakukan efisiensi, kebutuhan anggaran untuk penanggulangan karhutla tetap harus menjadi prioritas. Jangan sampai ketika bencana terjadi justru anggaran yang tersedia tidak mencukupi,” tegasnya. (Pem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *