
VOICENUSANTARA.com.Palangka Raya-
Keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kalimantan Tengah tidak hanya sebagai pelengkap struktur pemerintahan. Di tengah kebutuhan memperkuat kemandirian fiskal, BUMD dituntut menjadi mesin penggerak ekonomi dan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sekretaris Komisi II DPRD Kalteng, Hero Harapanno Mandouw, mengatakan peran BUMD akan semakin penting di tengah tantangan keuangan daerah yang semakin dinamis.
Menurutnya, potensi sumber daya alam dan peluang usaha di Kalteng sangat besar untuk dikembangkan melalui perusahaan daerah, asalkan dikelola dengan pendekatan bisnis yang sehat.
“Namun, potensi besar tersebut belum sepenuhnya terwujud jika tidak diimbangi dengan manajemen yang baik dan pola kerja yang profesional,” ujarnya, Minggu (9/8/2026).
Hero menilai pengelolaan BUMD harus meninggalkan pola administratif dan rutinitas. Sebagai entitas bisnis, BUMD harus mampu membaca peluang pasar, menyusun strategi usaha, serta mengelola perusahaan secara profesional agar menghasilkan keuntungan.
Tata kelola yang transparan dan akuntabel juga menjadi fondasi utama. Kepercayaan publik dan pemerintah sebagai pemegang saham hanya terbangun jika setiap proses pengelolaan dilakukan terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga menekankan peningkatan kualitas SDM. Pengurus dan pegawai BUMD harus memiliki kompetensi sesuai bidang usaha. Selain itu, pengisian jabatan strategis harus berbasis kompetensi, pengalaman, dan rekam jejak agar perusahaan dapat berkembang berkelanjutan.
DPRD Kalteng, lanjut Hero, akan terus mengawasi kinerja BUMD. Setiap perusahaan daerah didorong memiliki target kerja jelas dan berani berinovasi. “Dengan pengelolaan profesional, BUMD diharapkan tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Pem)
Voice Nusantara