VOICENUSANTARA.com.Palangka Raya –
DPRD Kalimantan Tengah meminta pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedalaman, khususnya yang berkaitan langsung dengan akses pendidikan.
Hingga kini masih ditemukan anak-anak di Kalteng yang harus menyeberang sungai menggunakan perahu untuk mencapai sekolah.
Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng, Bryan Iskandar, mengatakan pembangunan harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
Ia mencontohkan kondisi di Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan. Siswa SD Negeri 1 Tumbang Tangoi masih harus menyeberang sungai dengan perahu karena belum tersedia jembatan.
“Masih ada anak-anak yang harus menyeberangi sungai untuk bersekolah karena belum tersedia jembatan. Kondisi seperti ini menunjukkan pembangunan infrastruktur dasar harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujarnya, Minggu (9/8/2026).
SD Negeri 1 Tumbang Tangoi berada di Desa Tumbang Tangoi, Kecamatan Petak Malai. Wilayah ini tergolong jauh dari pusat Kabupaten Katingan. Data pemerintah daerah mencatat ibu kota Kecamatan Petak Malai, Tumbang Baraoi, berjarak sekitar 230 kilometer dari Kasongan.
Jarak jauh itu semakin berat karena kondisi geografis yang hanya mengandalkan akses darat dan sungai. Bagi anak-anak Tumbang Tangoi, perjalanan ke sekolah tidak mudah dan berisiko saat musim hujan.
Bryan menilai jalan dan jembatan harus menjadi bagian penting dalam penyusunan prioritas anggaran. Pembangunan tidak boleh hanya mengejar pemerataan 1aproyek, tetapi harus menjawab kebutuhan warga yang selama ini terbatas aksesnya.
“Lebih baik anggaran difokuskan pada kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Infrastruktur dasar berdampak langsung terhadap kualitas hidup warga, sehingga harus jadi prioritas,” katanya.
Menurutnya, akses pendidikan adalah indikator penting keberhasilan pembangunan. “Pemerintah perlu memastikan kondisi geografis tidak menjadi penghalang bagi anak-anak pedalaman untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak,” tegas Bryan.
DPRD Kalteng mendorong pemprov dan pemkab memperkuat pemetaan kebutuhan infrastruktur hingga ke desa-desa terpencil, termasuk Petak Malai. Prioritas anggaran diharapkan benar-benar menyasar jalan, jembatan, dan fasilitas dasar lain agar akses pendidikan terbuka dan aktivitas masyarakat lebih lancar. (Pem)
Voice Nusantara