
VOICENUSANTARA.com.Palangka Raya –
Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugiyarto, menyambut baik rencana pembaruan buku ajar dengan tampilan huruf yang lebih besar. Menurutnya, kebijakan itu dapat membantu siswa lebih mudah membaca dan memahami materi pembelajaran.
Ia menilai penyesuaian buku ajar tidak hanya pada isi, tetapi juga pada aspek tampilan. Pembaruan tersebut dinilai wajar dilakukan seiring penyempurnaan sistem pendidikan nasional.
“Pak Presiden Prabowo kemarin ada keinginan untuk membentuk kurikulum baru, buku baru. Jadi, mungkin dari huruf itu akan diperbesar, itu yang saya ketahui,” kata Sugiyarto di Palangka Raya, Rabu (12/8/2026).
Sugiyarto menyebut penggunaan ukuran huruf yang lebih besar merupakan salah satu upaya agar peserta didik tidak kesulitan saat membaca buku yang digunakan sehari-hari di sekolah.
“Intinya untuk memperbesar huruf yang akan diterapkan untuk membantu sehingga para murid atau anak-anak itu tidak kesulitan di dalam pembelajaran atau mengenal huruf-huruf yang ada,” jelasnya.
Ia juga menyoroti perbedaan pola penulisan dari masa ke masa. Menurutnya, kebiasaan menulis halus dengan huruf miring di masa lalu berbeda dengan karakteristik anak saat ini.
“Kalau itu kembali ke huruf yang dulu, ada huruf miring. Saya ingat waktu itu menulis halus, saya pun enggak bisa,” ujarnya.
Sugiyarto berharap pembaruan buku ajar benar-benar didasarkan pada kebutuhan peserta didik, bukan sekadar perubahan kurikulum atau tampilan fisik.
Komisi III DPRD Kalteng mendorong agar setiap penyesuaian dalam dunia pendidikan tetap mempertimbangkan kemampuan siswa, sehingga buku yang digunakan benar-benar menunjang proses belajar secara optimal di sekolah. (Pem)
Voice Nusantara