
VOICENUSANTARA.com.Palangka Raya –
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Maryani Sabran, mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng agar penyaluran hibah perangkat internet satelit Starlink benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, bantuan teknologi tersebut harus diprioritaskan untuk wilayah-wilayah yang masih mengalami kesulitan akses internet, terutama untuk mendukung layanan dasar pendidikan dan kesehatan.
”Hibah internet satelit Starlink ini harus diberikan kepada daerah yang memang layak dan tepat sasaran. Kita tidak ada masalah dengan penggunaan teknologinya selama dibutuhkan dan berdampak. Tapi jangan sampai anggarannya tidak tepat sasaran dan kurang berdampak untuk masyarakat,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Diketahui lanjut Maryani, Pemprov Kalteng telah menyalurkan sebanyak 1.273 unit perangkat Starlink untuk mendukung operasional sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan puskesmas di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses internet.
Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah kabupaten dan kota. Jumlah terbanyak berada di Kabupaten Katingan sebanyak 287 unit, disusul Kotawaringin Barat 176 unit dan Seruyan 131 unit.
Besarnya jumlah perangkat yang disalurkan membuat Maryani menilai pengawasan pemanfaatannya perlu menjadi perhatian serius.
“Prioritaskan untuk masyarakat luas, bukan kelompok dan golongan tertentu,” tegas Maryani.
Komisi IV DPRD Kalteng mendorong pemerintah melakukan pemantauan secara berkala setelah perangkat tersebut disalurkan. Evaluasi diperlukan untuk memastikan Starlink benar-benar aktif, terawat, dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Disisi lain Komisi IV DPRD Kalteng juga minta ada tim yang memantau. Jangan sampai perangkat sudah diserahkan tapi tidak digunakan, rusak, atau tidak ada listrik dan SDM yang mengoperasikan.
“Evaluasi ini penting agar anggaran yang telah dikeluarkan memberikan manfaat maksimal bagi pendidikan, kesehatan, dan pelayanan masyarakat di wilayah terpencil,” pungkasnya.
Maryani menambahkan, dengan adanya Starlink, sekolah di daerah 3T diharapkan bisa mengakses pembelajaran digital dan puskesmas dapat meningkatkan layanan telemedicine serta pelaporan data kesehatan secara real time. (Pem)
Voice Nusantara