
VOICENUSANTARA.com.Palangka Raya –
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Wengga Febri Dwi Tananda, menegaskan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan kemandirian fiskal daerah.
Ia mendorong Pemerintah Provinsi Kalteng mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan agar tidak terus bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.
Menurut Wengga, pembenahan harus dilakukan menyeluruh pada sistem pengelolaan pendapatan. Mulai dari penguatan administrasi, pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan kepatuhan wajib pajak, hingga optimalisasi aset daerah.
“Optimalisasi PAD tidak cukup hanya menaikkan target penerimaan. Pemerintah juga harus memperkuat administrasi, memanfaatkan teknologi, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mengelola aset daerah lebih efektif. Kemandirian fiskal jadi modal penting agar pembangunan terus berjalan,” ujarnya, Minggu (9/8/2026).
Ia menjelaskan, semakin besar PAD yang dikelola secara mandiri, semakin luas ruang fiskal pemerintah daerah. Hal ini akan memberi keleluasaan membiayai program pembangunan tanpa terlalu bergantung pada kebijakan pusat.
Penguatan PAD juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Kalteng.
“Ketika kemampuan fiskal daerah kuat, pemerintah punya ruang lebih besar membiayai program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Ini penting untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan merata,” ungkapnya.
Selain meningkatkan pendapatan, Wengga mengingatkan keberhasilan pengelolaan APBD tidak hanya diukur dari tingginya penyerapan anggaran. Yang lebih penting adalah kualitas belanja daerah yang memberi manfaat nyata.
“Setiap rupiah anggaran harus berdampak konkret, baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, memperbaiki pelayanan publik, maupun memperkuat daya saing daerah,” tegasnya.(Pem)
Voice Nusantara