
VOICENUSANTARA. com – Palangka Raya – Ketua TP-PKK Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran menyampaikan, bahwa Peringatan Hari Ibu bukan hanya sekadar kegiatan tahunan, tetapi momen penting untuk kembali menegaskan bahwa peran perempuan dan sosok ibu adalah pondasi dari keberlanjutan keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Menurutnya, sejak masa perjuangan bangsa, perempuan Indonesia telah mengambil bagian besar dengan keberanian, kecerdasan, dan tekad kuat untuk memperjuangkan martabat negeri.
“Semangat tersebut terus hidup melalui gerakan PKK hingga saat ini,” ucapnya, Selasa (02/12/2025).
Sebagai Ketua TP-PKK Kalteng, Aisyah memberi apresiasi tinggi kepada seluruh pengurus dan kader PKK. Mulai dari provinsi hingga dasa wisma yang telah bekerja dengan semangat gotong royong mendukung 10 Program Pokok PKK dan kebijakan strategis pemerintah daerah.
“Dalam tantangan zaman saat ini semakin kompleks. Digitalisasi, perubahan sosial, ekonomi, serta isu-isu keluarga menambah pentingnya peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga,” ucap Aisyah saat membacakan sambutan di Aula Jaya Tingang Lantai II.
Dalam momentum Hari Ibu, Aisyah mengajak seluruh kader untuk meningkatkan pola asuh positif, pendidikan karakter, dan nilai-nilai luhur dalam keluarga. Selain itu, ia mendorong perempuan bergerak di bidang literasi digital, ekonomi kreatif, dan pengembangan kapasitas diri.
“PKK juga diarahkan untuk fokus pada isu penting, termasuk pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, stunting, pernikahan dini, serta dampak negatif konten digital pada anak,” pesannya.
Aisyah berharap, Hari Ibu Tahun 2025 menjadi pemantik semangat perempuan Kalteng untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
“Dengan mengajak seluruh keluarga menjadikan rumah sebagai ruang aman, nyaman, dan penuh kasih bagi tumbuh kembang generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter,” tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Aisyah menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh perempuan dan ibu di Kalimantan Tengah yang telah memberikan peran luar biasa bagi keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dalam sambutannya menekankan, tema Hari Ibu ke-97 tahun ini difokuskan pada perempuan pesisir dan perempuan nelayan.
“Mereka memiliki peran strategis dalam ketahanan ekonomi keluarga dan pelestarian sumber daya alam. Namun seringkali masih menghadapi keterbatasan akses, perlindungan sosial, serta ruang pengembangan diri,” kata Agustiar.
Ia berharap momentum ini dapat meningkatkan kepedulian terhadap pemberdayaan perempuan pesisir agar mampu bersaing, terlindungi, dan diakui kontribusinya dalam pembangunan berkelanjutan
“Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini mencerminkan harapan agar perempuan menjadi aktor perubahan dalam pemajuan bangsa,” tegasnya.
“Perempuan yang berdaya dan berkarya, kata Gubernur, akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, sejahtera, dan berdaulat di masa depan,” sambungnya.
Di akhir sambutan, Gubernur mengajak seluruh perempuan Kalimantan Tengah untuk terus meningkatkan kompetensi, mengambil peran, serta saling menguatkan demi masa depan daerah dan bangsa yang lebih baik. (*/Pem)
Voice Nusantara