Dinkes Harus Siaga Antisipasi ISPA Dampak Kabut Asap

Junaidi

VOICENUSANTARA.com. Palangka Raya –
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi meminta jajaran Dinas Kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit ispa menyusul munculnya kabut asap di Kalteng.

Langkah antisipatif dinilai perlu dilakukan sejak dini agar pelayanan kesehatan mampu mengatasi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama puncak musim kemarau.

J‎unaidi mengatakan tanda-tanda penurunan kualitas udara sudah mulai dirasakan dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, pemerintah diminta tidak menunggu kondisi semakin parah untuk memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan.

“Harapan kita kepada Pemerintah Provinsi, khususnya Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Kalteng, agar mulai mengantisipasi dampak kabut asap, terutama meningkatnya kasus ISPA,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

‎‎Menurutnya, seluruh fasilitas kesehatan harus menyiapkan tenaga, sarana, dan pelayanan sejak sekarang. Rumah sakit, puskesmas, polindes hingga fasilitas kesehatan lainnya diharapkan mampu memberikan pelayanan maksimal apabila jumlah pasien dengan gangguan pernapasan meningkat akibat kabut asap.

‎‎“Rumah sakit, puskesmas, polindes hingga fasilitas kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota harus mulai bersiaga dan mempersiapkan diri. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi lonjakan kasus ISPA di Kalteng,” tegas Junaidi.

‎‎Selain memperkuat layanan kesehatan, DPRD Kalteng juga meminta pemerintah memperhatikan upaya pencegahan agar masyarakat tidak semakin terdampak. Salah satunya melalui pembagian masker gratis, terutama bagi warga kurang mampu dan kalangan pelajar yang dinilai lebih rentan terpapar kabut asap saat beraktivitas di luar rumah.

‎‎“Bagi masyarakat yang penghasilannya hanya sekitar Rp20 ribu hingga Rp40 ribu per hari, membeli masker untuk seluruh anggota keluarganya tentu menjadi beban. Karena itu kami berharap masker gratis dapat dibagikan, terutama kepada anak-anak sekolah mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA,” kata Junaidi.

‎‎DPRD Kalteng juga mendorong pemerintah memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila diperlukan untuk memperkuat penanganan dampak kabut asap. Dengan langkah yang cepat dan terkoordinasi, diharapkan risiko gangguan kesehatan masyarakat dapat ditekan selama musim kemarau berlangsung. (Pem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *