
VOICENUSANTARA.com. Palangka Raya –
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, meminta aparat penegak hukum lebih adil dalam menindak kasus pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menekankan pentingnya membedakan motif antara petani kecil dan pelaku pembakaran berskala besar yang bersifat komersial.
Pernyataan itu disampaikan menyusul ditetapkannya delapan warga sebagai tersangka pembakar lahan.
“Kami menyampaikan rasa keprihatinan. Kami berharap aparat penegak hukum mengkaji persoalan ini secara komprehensif. Apakah mereka membakar karena keterpaksaan atau memang ada niat lain untuk kepentingan komersial. Itu harus dibedakan,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).
Menurut Junaidi, penegakan hukum harus melihat kondisi riil masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari berladang. Bagi petani kecil, membuka lahan tanpa membakar membutuhkan biaya besar, sementara hasil panen belum tentu menutup pengeluaran.
“Motif membuka lahan untuk bertahan hidup tidak bisa disamakan dengan pembukaan lahan luas untuk kepentingan bisnis,” tegasnya.
Ia berharap, apabila hasil kajian menunjukkan pembakaran dilakukan karena keterpaksaan demi memenuhi kebutuhan hidup, maka aparat dapat memberikan pertimbangan hukum yang lebih manusiawi.
“Jika memang terpaksa karena tuntutan hidup, kami berharap aparat penegak hukum dapat mempertimbangkan hukuman seringan-ringannya,” katanya.
Selain itu, Junaidi mengingatkan pemerintah telah memiliki Peraturan Gubernur Kalteng Tahun 2025 tentang Pembakaran Lahan Terkendali. Ia mendorong adanya koordinasi antara Pemprov, Pemkab, OPD terkait, dan aparat penegak hukum dalam menjalankan aturan tersebut.
“Harapan kami Pergub 2025 tentang Pembakaran Lahan Terkendali benar-benar dilaksanakan secara terpadu,” tegasnya.
DPRD Kalteng berharap penerapan aturan tersebut tidak hanya menekan angka karhutla, tetapi juga tetap memperhatikan keberlangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada sektor perladangan.
Dengan koordinasi yang baik, penegakan hukum diharapkan berjalan berkeadilan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. (Pem)
Voice Nusantara