Penguatan UMKM Jadi Fokus Pertumbuhan Ekonomi 2025

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Nyelong Inga Simon

VOICENUSANTARA.com – Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Nyelong Inga Simon, menegaskan pentingnya mendorong pemberdayaan UMKM sebagai pilar utama penggerak ekonomi daerah.

Ia menyebut UMKM telah menjadi sektor yang mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi, sehingga wajar jika pemerintah memberikan perhatian lebih pada pengembangannya.

Menurut Nyelong, UMKM tidak hanya berperan dalam membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di berbagai wilayah.

“UMKM adalah motor ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah harus memperkuat program pemberdayaan agar pelaku usaha semakin produktif,” ungkapnya, Sabtu (15/11/2025).

Ia menjelaskan, banyak UMKM di Kalteng yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi kendala permodalan, pemasaran, dan peningkatan kapasitas usaha.

Kondisi tersebut lanjutnya, membuat sebagian pelaku usaha sulit berkembang dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Nyelong menilai perlunya langkah konkret dalam memberikan pendampingan yang lebih terarah dan berkelanjutan kepada para pelaku UMKM.

Dengan pendampingan yang tepat, ia percaya produk lokal Kalteng dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar regional maupun nasional.

Ia juga mendorong pemerintah untuk memperluas akses permodalan, baik melalui kerja sama dengan lembaga keuangan maupun melalui program bantuan pemerintah.

“Selama ini banyak UMKM belum berani mengambil pinjaman karena persyaratan cukup berat. Kita harap ada skema pembiayaan yang lebih ramah,” tambahnya.

Tak hanya itu, pemasaran digital juga disebutnya sebagai peluang besar yang perlu dimaksimalkan oleh pelaku usaha.

Ia menilai bahwa pemasaran berbasis online mampu memperluas jangkauan produk lokal tanpa batas wilayah.

Penting pula, menurutnya, adanya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat.

Jika ekosistem tersebut terbentuk, maka pengembangan UMKM akan berjalan selaras dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemberdayaan UMKM adalah investasi jangka panjang. Ketika pelaku usaha maju, ekonomi Kalteng juga ikut bangkit,” tutup Nyelong. (Pem/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *