Momentum HUT Kalteng ke-68, Prioritas Pembangunan Daerah Terpencil

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Rahadian Fani

VOICENUSANTARA.com – Palangka Raya – Memasuki usia ke-68 tahun, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali diingatkan agar tidak meninggalkan wilayah terpencil yang hingga kini masih tertinggal dari berbagai aspek layanan dasar.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Rahadian Fani, menilai momen hari jadi provinsi harus menjadi momentum evaluasi terhadap pemerataan pembangunan.

Ia menegaskan bahwa peringatan HUT bukan hanya acara simbolis, tetapi harus menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat di pedalaman yang belum memperoleh pembangunan setara.

“Peringatan hari jadi provinsi bukan sekadar seremonial. Ini saat untuk melihat kembali wilayah yang belum terjangkau pembangunan, terutama infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” ujar Rahadian, Sabtu (15/11/2025).

Menurutnya, keberadaan negara harus benar-benar hadir di seluruh penjuru, terlebih pada daerah yang selama ini minim layanan publik.

Ia menilai pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang memberikan dampak nyata kepada warga di semua lapisan.

“Kemajuan tidak bisa hanya dirasakan masyarakat kota. Warga pedalaman juga berhak mendapatkan akses yang sama,” tegasnya.

Rahadian mengungkapkan, akses jalan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak yang harus diprioritaskan pemerintah.

Jika kebutuhan dasar ini belum terpenuhi, lanjutnya, kesenjangan sosial akan terus melebar dan pembangunan daerah tidak akan berjalan seimbang.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan harus memperhatikan prinsip keberlanjutan dan tidak mengabaikan kelestarian alam.

Kerusakan lingkungan, menurutnya, justru berpotensi menghambat kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Selain itu, ia menekankan perlunya memberdayakan masyarakat lokal agar mereka terlibat langsung dalam proses pembangunan.

Dengan melibatkan masyarakat, program pembangunan akan lebih mudah diterima dan dapat berjalan sesuai kebutuhan nyata di lapangan.

“Daerah maju bukan hanya karena jalannya bagus, tetapi karena masyarakatnya sehat, aman, dan punya masa depan,” tutup Rahadian. (Pem/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *