Saat Kampus Dituding Terlalu Teoritis, Teknik Sipil UnivSM Ambil Langkah Berani

VOICENUSANTARA. com – ParinginKetua Program Studi Teknik Sipil Universitas Sapta Mandiri (UnivSM), Nadya Kartika Dewi, menegaskan bahwa kolaborasi dengan industri dan organisasi profesi ini sekaligus menjadi kritik terhadap pola pendidikan tinggi yang masih terlalu lama berkutat pada pendekatan teoritis, sementara kebutuhan dunia kerja terus bergerak cepat dan dinamis.

Menurutnya, kesenjangan antara ruang kelas dan lapangan kerja menjadi persoalan serius yang kerap membuat lulusan teknik gagap saat dihadapkan pada persoalan riil di sektor konstruksi dan infrastruktur.

“Kami tidak ingin lulusan hanya unggul di atas kertas. Sinergi ini memastikan mahasiswa memiliki karakter keinsinyuran yang kuat, mulai dari praktik survei dan pemetaan hingga pengembangan infrastruktur modern yang berkelanjutan,” tegas Nadya, Minggu (11/1/2025).

Ia menilai, tanpa keterlibatan langsung industri dalam proses pembelajaran, perguruan tinggi berisiko melahirkan lulusan yang tertinggal dari perkembangan teknologi, standar kerja, dan tuntutan profesionalisme di lapangan.

Karena itu, lanjut Nadya, penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah mendesak agar pendidikan teknik tidak terjebak pada rutinitas akademik semata, melainkan benar-benar menghasilkan insinyur muda yang siap pakai dan berdaya saing tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *