Dorong ASN Kalteng Kuasai Literasi Digital

Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hamka, saat membuka secara resmi Pelatihan Literasi Digital ASN Pemprov Kalteng Tahun 2025 di Aula Sei Kapuas BPSDM Kalteng. Foto Ist

VOICENUSANTARA. com – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalteng kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara melalui penyelenggaraan Pelatihan Literasi Digital Tahun 2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hamka kegiatan ini berlangsung di Aula Sei Kapuas BPSDM Provinsi Kalteng.

Pelatihan ini diperuntukkan bagi ASN Angkatan I dan II, sebagai bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia dalam menghadapi era pemerintahan digital yang semakin berkembang pesat, Senin (01/12/2025)

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Hamka, disebutkan bahwa peningkatan kompetensi literasi digital ASN bukan hanya langkah teknis, tetapi bagian dari transformasi budaya kerja birokrasi di Kalimantan Tengah.

“Pelatihan ini harus menjadi momentum perubahan pola pikir dan cara kerja, agar ASN semakin adaptif, kompetitif, dan profesional dalam memanfaatkan teknologi informasi,” ucap Hamka.

Ia menambahkan bahwa pemerintahan modern menuntut aparatur mampu bekerja cepat, transparan, responsif, serta memanfaatkan data digital sebagai dasar formulasi kebijakan.

Agenda ini sejalan dengan visi pembangunan Kalteng Tahun 2025–2030 yang menekankan penguatan sumber daya manusia, pelestarian budaya, serta pembangunan daerah berbasis teknologi.

“Ini pentingnya literasi digital bagi ASN setidaknya dalam tiga aspek utama: percepatan layanan publik berbasis digital, penguatan tata kelola data dalam pemerintahan, serta peningkatan keamanan digital di tengah ancaman siber,” imbuhnya.

Menurutnya, ASN tidak hanya perlu memahami perangkat teknologi, namun juga harus memiliki etika digital, kesadaran keamanan data, serta kemampuan memilah informasi.

“Transformasi digital tidak hanya soal perangkat, tetapi perubahan perilaku, kedisiplinan kerja, dan komitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Kalteng, Nunu Andriani, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai jawaban atas dinamika tuntutan kompetensi ASN yang semakin berkembang.

Ia menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan meliputi penguasaan aplikasi pemerintahan, keamanan digital, penggunaan perangkat kolaboratif, hingga edukasi mengenai tata kelola SPBE.

“Tujuan utama pelatihan ini adalah membentuk ASN yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi memahami ekosistem digital pemerintahan secara utuh,” paparnya.

Selain itu, pelatihan juga mendukung implementasi transformasi digital nasional dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai instrumen peningkatan kualitas tata kelola birokrasi.

Nunu berharap pelatihan ini menjadi langkah nyata meningkatkan efektivitas kerja, sekaligus mendukung percepatan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, dan efisien.

“Pelaksanaan kegiatan berlangsung interaktif dan diikuti dengan antusias oleh ASN dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalteng,”tuturnya.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap aparatur dapat semakin siap menghadapi perkembangan teknologi dan berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang unggul dan modern. (*/Pem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *